Minggu, 27 November 2011

Riya'


Salah satu materi presentasi saya waktu kelas X.5 di SMAN 8 Tangerang, pelajaran PAI yang diajarkan oleh PakBadruddin adalah tentang RIYA’

Nah saya mau sharing aja nih ke kalian apa sih riya’ itu? Bagaimana mengatasinya??
Silakan dibaca… J

Kita mungkin sering ya, menggunakan kata riya dalam keseharian kita.
 Saat melihat si fulan pamer pakaiannya yang baru dibeli dari australia, kita akan bilang, ah… riya! Atau ketika teman kita dapat nilai ulangan sepuluh dan diomongin kemana-mana, kita juga akan menyebutnya riya.
Sebenarnya apa sih riya? Apakah benar riya hanya sebatas dicontohkan diatas?
Ternyata enggak tuh!

Riya itu artinya berbuat sesuatu atau amalan karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain, bukan karena Allah. Bisa karena cari perhatian, mencari sensasi, biar dikatakan ‘wah’ dan sebagainya.
Kadang batas antara ikhlas dan riya memang begitu tipis, bahkan ada suatu hadist yang berbunyi “takut untuk berbuat riya termasuk berbuat riya juga”.

Nah lo… terus gimana donk?

Menurut Ali bin Abi Thalib, ada 4 perkara yang membuat riya yaitu:

1. malas beramal ketika tidak ada manusia yang melihat
2. pemurah dan rajin beramal saat dilihat orang
3. amal ibadahnya meningkat ketika dipuji
4. amal ibadahnya menurun ketika dicela


Dalam suatu hadist dikatakan bahwa riya juga termasuk syirik kecil. Sabda Nabi saw.

“syirik kecil adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian”

Mengapa bisa riya dikatakan sebagai syirik kecil?

 Karena orientasi yang dia lakukan bukan lagi karena Allah namun karena yang lain. Tujuannya udah beda.
Jadi benar kata Rasul kalau riya bisa termasuk syirik kecil.

" Sesungguhnya orang yang berbuat Riya' kelak di hari kiamat akan di panggil : wahai orang 

yang berbuat jahat, wahai orang yang berkhianat, wahai orang yang berbuat riya', amal 
perbuatanmu itu sesat dan pahalanya hilang, pergilah kemudian ambillah pahalamu dari orang yang kamu berbuat karna orang itu." 
( HADIST riwayat Abi Dunya dari Jabalah Al Yahsabi )



Lalu bagaimana ya sebaiknya kita bersikap ikhlas itu?

Mengenai masalah ikhlas dalam beramal ada yang mencontohkan secara ekstrim. Ikhlas itu seperti orang buang air besar (maaf lo ya…). Dia tidak akan mengingat apa yang telah dikeluarkan dan tidak tahu kemana ‘larinya’ sesuatu itu.

Begitu juga dengan ilustrasi mengenai penggembala domba yang sedang shalat di dekat domba-dombanya, apakah ia ingin dipuji oleh domba-dombanya? Tidak kan? (emang ada domba yang bisa muji?)

Mungkin yang lebih romantis lagi ungkapan seorang penyair yang mengatakan bahwa

“sekuntum bunga di atas gunung akan mekar dengan indahnya, tidak peduli ada orang yang akan mengagumi kecantikannya atau tidak.”

Maka dari itu, ada atau tidak manusia di depan kita, seharusnya kita tetap beribadah dan beramal karena orientasi dari ibadah kita bukan ingin dilihat oleh orang, tapi dilihat oleh Allah Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

Firman Allah dalam surat Al-Kahfi ayat 110 :

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya”

Masih bingung memisahkan riya dari ikhlas?

Begini saja deh, ketika akan melakukan suatu perbuatan baik, berbuatlah sewajar mungkin dan jangan mengingat ekses di balik amalan kamu.
 Kamu beramal karena memang Allah yang memerintahkan, titik!
Jadi ada orang yang memuji atau nggak masa bodohlah, emang gue pikirin!!!

Menurut Nabi dalam sabdanya,

“orang yang seperti itu akan mendapatkan dua pahala, yang pertama ialah pahala beramal secara diam-diam (karena tadinya pun ia betul-betul berniat seperti itu) dan yang kedua ialah pahala sampingan dari orang yang mengikuti/mencontoh amalannya.”

 Tapi dengan catatan, rasa bangga itu harus cepat-cepat kita singkirkan. Ingat selalu bahwa kita bisa beramal juga karena nikmat Allah. Kalau Allah nggak ngasih rezeki (uang) kita mana mungkin bisa beramal. 
Ya nggak?

Diantara akibat sifat riya adalah sebagai berikut :

A. Amal perbuatannya tidak akan diterima Allah swt.
B. Amalnya sia-sia mendapat pahala dan balasan dari Allah      swt.
C. Termasuk syirik khafi artinya syirik ringan , karena mengaitkan niat melakukan sesuatu kepada selain Allah SWT.
D. Termasuk org yg celaka
E.  Berdosa dihadapan Allah swt.

 " Sesungguhnya yang paling aku takuti dari apa yang ku takuti atas umat ku adalah Riya' 

( menampakkan amal ) dan nafsu nafsu syahwat yang tersembunyi di mana ia lebih samar dari pada semut hitam di atas batu hitam pada malam hari yang gelap gulita." 
( HADIST Riwayat Ibnu Majjah dan Al Hakim )


" Berikanlah harta mu dan jangan ingin di kenal dan janganlah kamu mengangkat diri mu 

agar di sebut sebut orang. belajarlah dan sembunyikanlah ( ilmu mu ) dan diamlah. pasti kamu selamat. kamu gembirakan orang orang yang baik dan kamu marahi orang orang yang dzalim." 
( IMAM ALI R.A. )


" Jika tiba hari puasa, maka salah satu di antara kamu hendaknya berminyak kepala dan jenggotnya. dan usap lah kedua bibir agar tdk di lihat orang bahwa ia berpuasa, jika ia 

memberi dengan tangan kanan, maka hendaknya tangan kiri tdk mengetahuinya. jika ia menjalankan sholat maka hendaklah diturunkan tabir pintu nya, karena sesungguhnya 
ALLAH itu membagi pujian sebagaimana ALLAH membagi rezeki." 
( Nabi ISA A.S. )


 " Meninggalkan amal atau suatu ibadah karena manusia adalah termasuk riya' dan amal ibadah 

karena manusia adalah Syirik. Sedangkan ikhlas adalah bila kamu di selamatkan oleh ALLAH dari 2 perkara tersebut." 
( Syeikh Ibrahim Al Mabtuly )


" Terkadang ada murid melakukan suatu amal yang menyebabkan dia di puji ( oleh masyarakat ) 

padahal dia tidak bermaksud di puji, akan tetapi dia mengira bahwa dirinya adalah orang yang ikhlas. maka hal yang seperti ini pun dia termasuk orang yang Riya'." 
( Syeikh Ibrahim Al Mabtuly )


Nah, sekarang tetaplah beribadah dan beramal sebanyak-banyaknya, jangan pedulikan orang lain. Bersikap aja sewajar mungkin, 



biar Allah yang menilai, ok? J

~ Restu Siti N ~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar