Minggu, 20 November 2011

Api dan Angin Dalam Kertas


" Saya tidak mau tahu! Kau telah melakukan kesalahan dan kau harus menjalani hukumannya! " bentak Ratu.

Itu cuma salah satu dialog singkat gue di drama yang ditugaskan oleh guru b.indonesia gue di SMAN 8 Tangerang, Pak Bandi. Hahaha. Peran gue disitu adalah sebagai ratu yang gila hormat (woho lebai :p)
Dengan pengawal gue, Sinatria. Dan tokoh utamanya, Arum, diperankan oleh Huga. Dua adiknya Arum yaitu Io dan Wulan diperankan oleh Nieko dan Titis. Bapaknya Arum diperankan oleh Dendy, arwah ibunya Arum diperankan oleh Risjun dan nenek tua di hutan diperankan oleh Ditha.



Oiya judul dramanya ini adalah Api Dan Angin Dalam Kertas... Ini merupakan salah satu cerita rakyat yang penuh teka teki. Haha
Mau tau ceritanya? Cekidot! :p


Disuatu desa ada sebuah keluarga miskin dengan seorang ayah dan 3 orang anaknya. Ibunya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu..
Pada suatu hari, bapaknya Arum mulai sakit-sakitan karena sudah tua.. Semenjak saat itu, Arumlah yang pergi ke ladang untuk bekerja menggantikan bapaknya.. Sehingga ia menjadi tulang punggung keluarga..
Suatu hari, pengawal dari kerajaan mengumumkan bahwa setiap rumah di desa yang diperintah oleh Ratu Pramesti harus memasang bendera kerajaan didepan rumahnya, karena Ratu Pramesti akan mengunjungi desa-desa di wilayah pemerintahannya.
Setelah sang pengawal kerajaan mengumumkan hal itu, Arum pun bergegas kembali pulang ke rumahnya dan kembali mengurus bapaknya, sampai lupa kalau ia belum memasang bendera kerajaan...
Esoknya, Ratu Pramesti datang berkunjung melihat keadaan penduduknya. 



Tapi tiba-tiba...
"Pengawal! Lihat rumah itu!! Dia tidak memasang bendera?! Berani sekali dia! Hampiri pemiliknya dan bawa ia ke istana !!! Cepat!"
Sang ratu yang gila hormat itu pun kesal karena dia menganggap pemilik rumah itu tidak menghormati dirinya.
Ternyata.. Rumah yg tidak dipasang bendera itu adalah rumahnya Arum...
"dok..dok..dok..!!!" si pengawal mengetuk pintu dengan berang.
"iyaa..iyaaaa!" teriak Arum dari dalam rumah.
Kemudian Arum membuka pintu dan melihat ada pengawal kerajaan yang berbadan besar. Seketika itu Arum ingat bahwa ia belum memasang bendera perintah ratu.
"hei anak muda!! Mengapa kau tidak memasang bendera untuk menyambut ratu?!? Sekarang ratu marah besar!! Ayo! Sekarang ikut saya ke istana!!" sang pengawal kerajaan menarik tangan Arum tetapi Arum mengelak karena bapaknya sedang sakit keras dan Arum harus mengurusnya, dan Arum juga tidak tega meninggalkan 2 orang adiknya yang masih kecil dirumah.. tetapi kemudian arum berjanji bahwa esok hari ia akan datang ke istana.
Akhirnya, dengan alasan Arum, pengawal kerajaan pun tidak jadi membawanya ke istana. Dan pengawal langsung melapor kepada Ratu Pramesti.
Keesokan harinya, Arum datang ke istana untuk menemui Ratu Pramesti dan siap menerima hukumannya. Akhirnya ratu memberi hukuman bahwa Arum harus membawakannya Api dan Angin dalam kertas. Dan jika dalam waktu 3 hari arum tak membawanya, Ratu akan menghukumnya dan memasukkannya ke penjara. Padahal Arum bingung, apa api dan angin dalam kertas itu, tapi karena ia tidak ingin dihukum, jadi ia mengiyakan hukuman tersebut.
Hari berikutnya ia berencana pergi ke gunung untuk bertapa. Selama diperjalanan ia sangat kelelahan, tapi kemudian ia menemukan sebuah rumah tua yang berisi seorang nenek tua yang bungkuk. Akhirnya ia menumpang makan dan beristirahat sebentar disana.
Kemudian Arum melanjutkan kembali perjalanannya ke gunung. Tetapi karena ia lelahj sekali, ia pun tertidur didalam goa, dan tiba-tiba ibunya yang sudah meninggal mendatanginya dalam mimpi. Ibunya menyampaikan bahwa api dan angin dalam kertas itu adalah lammpion dan kipas yang terbuat dari kertas. Setelah terbnagun dari tidur, arum menyadari bahwa itu adalah sebuah petunjuk, jadi ia langsung pulang ke rumahnya dan membauat apa yang dimaksud api dan angin dalam kertas itu.
Setelah hari itu, Arum pun membawa api dan angin dalam kertas itu kehadapan ratu. Ratu terkejut akan keberhasilan Arum. Dan ia pun akhirnya mrmbebaskan hukuman arum.
Akhirnya arum dan kedua adiknya hidup bahagia selamanya.


Amanatnya itu adalah kita tidak boleh menyerah dalam mencapai suatu target yangkita inginkan. Dan juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat.



Nah itulah sedikit cerita tentang drama yang saya peranin, lumayan seru sih. (hahaha pede! )


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar