Selasa, 28 Januari 2014

Perjalanan Tanpa Rencana

Perjalanan yang mendadak tanpa perencanaan sebelumnya memang terkadang selalu berjalan dengan baik. Karena itulah rencana Allah yang tidak kita ketahui J
Seperti hari ini. Sekarang adalah hari Minggu pertama di hari perkuliahanku yang sebenernya belum ada rencana mau ngapain ataupun mau kemana. Eh, ngga ding, ada rencana sebenernya, tapi belum pasti. Tadinya mau pergi ke Lembang, survey lokasi buat pengaryaan Gamifti—Mozaik. Tapi karena dari semalam belum ada konfirmasi jadwal survey jam berapa, yaudah aku santai aja di kasur setelah solat subuh, hehe.
Tapi tiba-tiba Natasha sms aku..
“Res, bisa naik motor ga?”, “bisa tapi motor matic, surveynya jam berapa, Tash?”, “jam 8, Res”
Begitulah kurang lebih percakapan singkat aku dan Tasha.
Padahal udah sekitar jam 7, tapi kenapa badan ini mager sekaliiii... (tadi). Eh tapi akhirnya diundur sampe jam 9 kita kumpul di Masjid Salman. Alhamdulillah, masih bisa mandi dengan santai, hehe. Yaudah aku siap-siap, trus nyuci baju dulu sebentar. Pas selesai udah jam setengah 9, huaa! Padahal kumpul jam 9. *hectic*
Oya, sebelum aku mandi, temen kamarku, Sita, ngasih tau kalo ada seminar kepenulisan dari Tere Liye jam 10. Wah! Aku pengen banget ikut, tapi sayangnya aku mau ke Lembang, hiks L jadi ngga bisa deh..
Kembali lagi ke cerita. Pas aku lagi siap-siap eh si Tasha sms lagi, ternyata ke Lembangnya diundur harinya. Yaaaahhh... sedikit kecewa juga sih soalnya pengen jalan-jalan juga sekalian, hehe. Yaudah akhirnya aku kembali lagi menjadi gabuters -_-
Untuk menghilangkan status “gabuter” makanya aku langsung aja nyetrika baju, ahaha. Sambil juga sms si Tasha nawarin mau ke seminar Tere Liye apa ngga. Eh ternyata dia mau. Yaudah akhirnya kita berdua pergi deh kesana, ke jalan Dipati Ukur gedung Rabbani lt.4. padahal rencana ini sangatlah mendadak.

Seminar Kepenulisan "Coretan Penaku"

*pas di acara seminar bersama Tere Liye*
Acara pertama itu bedah buku oleh Bambang Achdiyat. Bukunya itu buku Tere liye yang judulnya Negeri Para Bedebah. Sebenernya aku ga terlalu interest sih sama bedah bukunya. Tapi aku tetep dengerin, dan menarik kesimpulan bahwa buku Negeri Para Bedebah itu lumayan bagus karena temanya membahas tentang keadaan negeri kita ini, khususnya si sistem perekonomiannya, para koruptor, dan mafia-mafia lain. Selain itu, tadi yang aku denger, buku ini banya berisi istilah-istilah ekonomi dan pengetahuan2 umum yang bagus untuk menambah wawasan kita tentang perekonomian, meskipun kita bukan orang yang berkecimpung dalam dunia ekonomi.
Lanjut, acara yang kedua adalah Talkshow bersama Tere Liye (nama aslinya adalah Darwis). 

Prolog 
Siapa sih yang nggak tau Tere Liye? dia itu adalah seorang  novelis Indonesia yang sudah banyak menerbitkan novel yang bagus dan keren abisss! contoh : Hapalan Sholat Delisa, Bidadari- Bidadari Surga, Moga Bunda Disayang Allah. ya, itu awalnya adalah sebuah novel karya Tere Liye sebelum menjadi se buah film yang selalu box office. keren kan! 
okee lanjut aja ya ceritanyaa..

*acara Talkshow bersama Tere Liye*
  Tema acara talkshownya itu tadi “Melatih imajinasi dengan menulis”. Jadi pas awal-awal, Bang Tere sempet cerita tentang sebuah cerita fiksi yang memiliki makna/ hikmah kurang lebih seperti ini,
“Meskipun kamu hanya diam di tempatmu sekarang, kamu harus tetap menyebarkan kebaikan. Seperti pohon kelapa di ujung pantai, meskipun hanya hidup di pinggir pantai, tidak bisa berpindah tempat, tapi ia dapat berbuah dan buahnya dapat terbawa arus ombak lautan ke seberang benua.”
Menurutku, secara implisit Bang Tere menyuruh kita untuk aktif menulis. Menulis apa saja asalkan memiliki manfaat dan membawa kebaikan. Maka dari itu, sekarang aku langsung nulis pengalaman hari ini dan dipost di blog-ku yang udah bersarang laba-laba karena tidak pernah diupdate. Hehehe..
Selanjutnya, Bang Tere ngasih kita motivasi kalo kita mau jadi penulis yang baik, jangan pernah mikir tentang “akan dibaca apa nggak ya tulisanku..?!”. karena menurut Bang Tere, penulis yang baik itu tidak membutuhkan pembaca. Yang harus dia lakukan adalah menulis sebaik mungkin dan senatural mungkin, tidak usah memikirkan hal-hal seperti itu, nanti nulisnya malah ngga maksimal. Pokoknya niatkan aja kita menulis itu untuk kebaikan dan Lillaahi ta’ala.
Satu lagi, menulis itu adalah proses yang dibiasakan. Dan untuk  menulis, kita harus banyak-banyak baca buku supaya kita punya pengetahuan akan apa yang bakal kita tulis. Karena ngga mungkin ada penulis yang ngga hobi baca buku.
Nah, mulai dari sekarang, aku mau membiasakan menulis nih, temen2. Doakan ya semoga istiqomah dalam menulis, dan mudah2an apa yang aku tulis bisa membawa kebaikan ya, meski aku baru belajar nulis, dan meski aku hanya duduk di depan laptop. Aaamiiin J
Lanjut, yang terakhir, kaloo kamu mau bisa menulis, jangan terlalu banyak bertanya. Contoh, kamu nanyaaa terus tentang “gimana sih menulis yang baik?”, “cara mulai satu paragraf yang bagus tuh gimana sih?”, “trus gaya bahasa apa ya yang harus aku gunakan,Bang?”, “bikin judul yang menarik tuh kaya gimna, Bang?”, daaaan seterussnyaaa....
Kalo kamu nanya melulu, kapan mau nulisnya? Ntar waktu kamu habis untuk bertanya daripada menulis,lagi! Just do it! Langsung aja mulai menulis, karena kemampuan menulis itu , sekali lagi, adalah proses yang dibiasakan dan untuk mencapai level menulis yang baik adalah dengan sering latihan menulis. Okee!
Nah itu sedikit cuplikan talkshow bersama Tere Liye tadi. Sebenernya masih banyak sih yang dibicarain tadi. Tapi untuk level latihan menulis aku yang pertama kali ini, mungkin cukup segini. Hehe
Balik lagi ke kalimat pertama postingan ini...
Perjalanan yang mendadak tanpa perencanaan sebelumnya memang terkadang selalu berjalan dengan baik. Itulah rencana Allah yang terbaik yang tidak kita ketahui J
Nah itu sering banget aku rasain sejak dulu sampe hari ini. Yang tadinya bingung mau ngapain, trs udah punya rencana mau kemana, yang itu emang udah direncanain (yang pergi ke Lembang), sampe akhirnya, rencana mendadak dateng seminar Tere Liye yang berjalan dengan baik karena selain aku jalan-jalan, aku juga dapet ilmu baru hehe. Aku yakin ini pasti udah direncanakan oleh Allah SWT. J





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar